Apakah Pacaran Haram ?? Ini Jawabannya (Menurut Al-Qur’an & Hadits)

94 views

Apakah Pacaran Haram ?? Ini Jawabannya (Menurut Al-Qur’an & Hadits) – Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), pacaran memiliki arti “Pergaulan antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka“.

Jika dilihat dari segi sosial, hal itu tentu boleh. Karena termasuk ke dalam interaksi antar sesama manusia. Tapi, jika terdapat “aktivitas diluar batas”, dalam hukum Islam ada dalil yang melarang laki-laki dan perempuan untuk melakukan aktivitas tersebut, sehingga hal itu menjadi sesuatu yang haram.

Apakah Pacaran Haram ?? Ini Jawabannya (Menurut Al-Qur'an & Hadits)

Mengenai hal ini, dalam Al-Qr’an surat Al-Isra ayat 32 telah dijelaskan.

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS Al-Isra:32).

Dari surat Al-Isra ayat 32 diatas, bagi umat Islam hal itu sudah jelas, Allah S.W.T telah melarang makhluknya untuk melakukan aktivitas yang mendekati Zina. Disitu pun dijelaskan kenapa harus menjauhi hal itu, yakni zina merupakan perbuatan yang keji dan merupakan jalan yang buruk.

Nah, sesuatu yang mendekatkan orang terhadap perbuatan zina diantaranya adalah pacaran.

Di samping itu, ada juga hadits yang membahas tentang hukum pacaran.

(عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ ( رواه البخاري

Artinya : “Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya. (Muttafaq Alaihi).

Dari hadits diatas, kita jadi tau bahwa seorang lelaki diperbolehkan berkhalawat dengan seorang perempuan, asalkan, perempuan itu memang mahramnya. Begitupun sebaliknya.

Jadi, menurut Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32 dan Hadits diatas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa dalam hukum Islam, pacaran itu dilarang. Karena, bisa mendekatkan seseorang terhadap perbuatan Zina.

See Also :  10 Hal Sederhana Ini Sering Disepelekan Suami, Padahal Bisa Membuat Istri Bahagia

Mendekatinya aja udah dilarang, apalagi perbuatannya 😉

Apakah ada pacaran Islami?

Nah, mungkin ini yang jadi pertanyaan kita semua.

Dalam Islam, tentu saja ada yang disebut pacaran Islami. Namun, pacaran ini dilakukan ketika sudah menikah.

Sekarang coba kembali lagi pada pengertian pacaran menurut KBBI. Disitu dijelaskan “Pergaulan antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka“.

Ya, jika hal ini dilakukan sebelum menikah, tentu saja ada hukumnya, yaitu haram. Karena bukan mahram dan berpotensi melakukan perbuatan zina.

Tapi, jika pacaran dilakukan setelah menikah, tentu saja hal itu diperbolehkan. Karena sudah jadi mahram, malahan ada pahalanya.

Coba perhatikan kedua hadits dibawah ini.

Dari Saad bin Abi Waqosh r.a berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu”. (Mutafaqun ‘Alaih).

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala? Rasulullah SAW menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala”. (HR. Muslim).

***

Jelas? Jika kamu sudah mampu dalam segalanya, jangan tunggu lama-lama, sebaiknya segeralah menikah.

Jika artikel diatas bermanfaat, tolong bagikan ^_^